• Categories

  • Yang Terbaru

  • Archives

  • January 2008
    M T W T F S S
    « Dec   Apr »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Jejak Rekam

Feminisme di Koto Gadang

koto-gadang3.jpgJudul Buku : Koto Gadang Masa Kolonial

Penulis : Azizah Etek, Mursjid A.M, Arfan, B.R

Penerbit : LKiS, Yogyakarta, 2008

Tebal : 326 halaman

ika1.jpgDaina adalah gadis perantau dari Koto Gadang di Medan. Luasnya pendidikan di daerah asalnya telah membawanya keluar dari nagari yang tahun-tahun 1920-an masih terikat pada pertanyaan; siapakah yang pantas disebut sebagai orang Koto Gedang. Ia bekerja sebagai post asisstent di Kantor Pos Medan. Tak mau kalah dengan perantau laki-laki lainnya, namanya pun masuk ke dalam daftar donatur pembangun nagari para “engku-engku doto” itu.

Pada satu hari dia jatuh cinta dan kawin di Deli dengan laki-laki muslim pilihannya bernama Pomo, kawan sekantornya yang berasal dari Jawa. Entah paham atau tidak, mungkin jua karena pendidikannya yang sudah maju, ia terlupa bahwa “haram” hukumnya gadih Koto Gadang kawin dengan orang dari luar. Seorang perempuan dari negeri asalnya hanya boleh kawin dengan laki-laki dari Koto Gadang.

“Membaca dan memperhatikan kerapatan penghulu-penghulu itu telah juga paduka yang mulia ada heran pula sebab selama paduka bermukim di Bukittinggi barangkali paduka belum pernah mendengar bahwa sudah dari dahulu kala perempuan di Koto Gadang tidak boleh kawin dengan laki-laki lain yang bukan empat koto (Sianok, Koto Gadang, Guguk, dan Tabek Sarojo). Untuk itu sebagai hukuman, Daina dijatuhi hukuman buang tingkarang yang berarti: dikeluarkan sepanjang adat. Jikalau ada ninik mamak atau kaum keluarga menerima Daina dengan baik jika ia datang ke Koto Gadang maka orang-orang itu keluar pula dari sepanjang adat di Koto Gadang,” Surat oleh redaksi Soeara Koto Gadang kepada Van Rokel.

***

koto-gadang0001.jpgKoto Gadang, nagari di barat Bukittinggi, di seberang Ngarai Sianok sangat kuat mempertahankan adat. Akan tetapi dalam waktu bersamaan Koto Gadang merupakan daerah pertama yang membuka diri terhadap daerah luar, khususnya pendidikan Belanda di Sumatera Barat. Pendidikan Barat bertemu dengan kekolotan adat!

Membaca atau mendengar nagari ini membawa orang pada nama besar Salim. Namun ada satu hal yang jarang ditulis atau diperhatikan adalah keresahan kaum perempuan Koto Gadang sebagaimana diungkapkan buku ini. Meski awalnya buku ini mengajak kita bertamasya ke masa lalu ke Nagari para engku-engku ini, namun buku ini banyak mengungkap bagaimana sebuah pembaruan sikap para perempuan Koto Gadang yang tak mau lagi diatur berdasar aturan patriarki kaumnya.

Kasus Daina adalah salah satu kasus pembuka dalam buku ini. Secara gamblang ia mengisahkan perlawanan dan polemik besar yang muncul dari “penyimpangan” itu yang diikuti kemudian apa yang disebut sebagai “Petisi Hadisah” tahun 1924. Satu semangat yang ingin mereka sebarkan adalah Perubahan!

Dengan penuh harapan dan perasaan kami, pertimbangkanlah penghuni Koto Gadang ingin perubahan” (Petisi Hadisah, 6 Mei 1924)

4 Responses

  1. Ini mantap bukunya, tetapi siapa penulis resensi?
    Selamat, tetap di up date.
    Wan, Kampus UKM, Selangor, MLY

  2. huebat tuh daina..smgt tk moment of change@_@.buku koto gadangnya jg sip abizz

  3. Buku ini layak juga diresensi untuk media nasional. Koto Gadang adalah contoh ideal bagaimana modernitas Barat direpson oleh masyarakat tradisional Indonesia pada zaman lampau. Mungkin Sdr. Wannofri yang setakat ini bermastautin di Bangi Darul Ehsan dapat meresensinya untuk Utusan Malaysia. Apakah cukup selesa Cik Wan di Semenanjung? Tak rindukan diri Cik kepada Limau Manis?

  4. bagaimana adat sekarang mengenai perkawinan perempuan asli koto gadang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: