• Categories

  • Yang Terbaru

  • Archives

  • December 2007
    M T W T F S S
    « Nov   Jan »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Jejak Rekam

Balas Buku Dengan Buku

fgd2.jpgAcara FGD Menuju Historiografi Paderi yang Komprehensif berakhir dengan semarak. Salah satu isi rumusan yang paling penting adalah menulis sejarah Minangkabau secara menyeluruh dan memanfaatkan momen kontroversial Paderi untuk melakukan konsolidasi masalah etnik. Selain itu FGD juga menginginkan adanya revitalisasi konsep kepahlawanan nasional secara menyeluruh.

FGD sendiri di luar perkiraan panitia, karena peserta yang datang sangat membludak dan waktu yang diberi dirasakan tak mencukupi. Lebih jauh akan diadakan kegiatan yang sama dan lebih mendalam di Arsip Nasional Jakarta dengan membawa hasil rumusan FGD Padang.

fgd1.jpgSelain itu semua orang tampaknya setuju dengan usul sebaiknya karya Greget Tuanko Rao dibalas dengan buku yang lebih komprehensif sebagaimana dulu Hamka membuat buku menjawab Parlindungan.

2 Responses

  1. Ide bagus: balas buku dg buku. Tapi yang harus diingat adalah bahwa jika buku balasan (yang akan ditulis) itu kembali berisi gugatan yang kuat aroma subjektifisme (etnisitas)nya (seperti buku Basyral itu), maka hal itu saya kira tidak akan memberi banyak kontribusi kepada ilmu sejarah kita. Kelemahan umum (dg demikian ada pengecualian) penulisan sejarah lokal kita adalah bahwa sering penulis lupa megambil ‘jarak’ dengan objek kajiannya. Ini dikarenakan kebanyakan kita menulis sejarah daerah dimana kita sendiri berasal. Studi sejarah jelas terkait dengan penafsiran. Tapi seorang sejarawan yang hebat jelas tidak akan terjebak dalam tafsiran-tafsiran yang arbitrer dan dipengaruhi oleh emosi etnisitas dan regionalisme.

  2. Ya lebih baik sejarah perang padri dilakukan dan ditulis sebagai buku jangan oleh 3 suku yang terlibat (Batak,Minang,Melayu) tetapi oleh suku Bali yang beragama Hindu biar jelas obyektifnya. bila yang menulis orang Minang pasti yang Batak akan berkata “ah dia kan orang Minang pantas2 saja dia mendukung Paderi” begitu pula sebaliknya, seobjektif apapun seorang penulis sejarah kalau dia berasal dari tempat kejadian itu terjadi pasti unsur subyektifitas akan terjadi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: