• Categories

  • Yang Terbaru

  • Archives

  • January 2008
    M T W T F S S
    « Dec   Apr »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Jejak Rekam

Menjelang Seabad HAMKA

Limau Manis, Padang, 24/1

hamka.jpgTanggal 16 Februari 2008 mendatang, Buya HAMKA, ulama kondang dari Sungai Batang, Maninjau, Sumbar akan berumur 100 tahun kalau saja beliau masih hidup. Nama HAMKA tak saja terkenal sebagai pemuka agama, tapi juga politisi, cendikiawan, sejarawan, sastrawan, dan seabrek julukan lainnya.

Nama beliau juga menjadi pemanis/romantis di bibir para pemuka negeri ini dan khususnya di Sumatera Barat. Banyak di antara mereka yang selalu menyinggung nama HAMKA di iven-iven resmi keagamaan sebagai sumber tauladan. Tapi begitulah, bak kata orang Minang, kita itu sering “menanam tebu di bibir”.

Cobalah lihat sekarang! Dalam peringatannya yang ke-100 ini, bisa dikatakan amat minim sekali sosialisasi ataupun publikasi media (koran, elekronik) terhadap ulama besar ini. Beda misalnya dengan Sukarno, Hatta, atau Natsir yang kini sedang persiapan pada bulan Juli mendatang di Jakarta oleh Dewan Dakwah Islamiyah. Minimal, dari semua orang Minang di daerah yang mengakunya sangat mengagumi HAMKA, hanya Pemda Agam yang peduli, dan itupun lebih banyak mengapresiasi keinginan masyarakat kecil di Sungai Batang, Maninjau.

Untunglah, kini Jurusan Sejarah dan Fakultas Sastra Unand tengah menggodok sebuah seminar 100 tahun HAMKA ini yang akan diadakan pada tanggal 16 Februari 2008 di Gedung E Kampus Unand Limau Manis. Acara itu akan menghadirkan Dr. Yudi Latif dari Paramadina Jakarta, Din syamsuddin/Buya Syafii Maarif, Fadilillah dan Zulqayyim dari Sastra Unand, serta Muhammad Taufik dari IAIN Imam Bonjol.

Acara itu diketuai oleh Israr Iskandar, alumni sejarah Unand angkatan ’92. Namun, memang ironis, dari informasi yang didapat IKA Sejarah Unand’ Weblogs, panitia sangat kesulitan mendapatkan dana untuk penyelenggaraannya. Inilah realitasnya, ketika diajak berdiskusi soal sosok HAMKA, semuanya merasa terpesona oleh sosok besar ini. Tapi ketika diminta berpartisipasi, yang ada hanya angin bersiur dan keheningan yang menyakitkan.

HAMKA KU SAYANG, HAMKA KU MALANG !

18 Responses

  1. Bukan hanya itu saja yang memiriskan hati. Mungkin kalau diadakan poling maka banyak kalangan umum atau insan kampus yang tak mengetahui kapan peringatan 100 tahun HAMKA tersebut. Ayo buktikan!

  2. BUYA HAMKA KU SAYANG, BUYA HAMKA KU MALANG.
    Memang ironis, pujian datang dari sana-sini, tapi saat hukum UUD (ujung-ujungnya duit) semua malah mau senangnya saja. Ingat juga kita bahwa penyelenggaraan tidak perlu meriah atau glamor2an cukup yang sedang-sedang saja, dan diharap dari acara ini cukup memeberikan kesadaran sosial terhadap masyarakat terhadap kebesaran Hamka dan nantinya tertanam dihati masyarakat. Ya walaupun acaranya tidak bergitu glamor yang penting publik tahu lah Hamka masih ada dan terus abadi dihati kaum agama, politisi, cendikiawan, sejarawan, sastrawan, dan masih banyak lagi. Dan pasti tidak akan terlupakan.

    leiden is lejden.

  3. Iya, saya rasa cendikiawan seperti Hamka ini terlalau disepelekan oleh publik.

  4. senang sekali rasanya karena ternyata masih ada kepedulian kita akan pentingnya peran hamka yang telah mengharumkan nama minangkabau dahulunya ditengah keterpurukan rananh minang akan munculnya pemeikiran-pemikiran generasi muda.
    memang tidak dapat dipungkiri bahwa benda yang namanya “uang” tersebut sangat berperan bahkan menajdi sangat penting dalam setiap apapun aktivitas. saya mengerti akan kondisi yang dialami oleh panitia saat ini, namun hal tersebut tiak akan menghalangi kita untuk terus berkarya bukan?
    maju terus, buktikan tak ada satupun yang dapat menghambat kreasi dan kemunculan ide-ide baru

  5. Saya baca, buku-buku hamka sanat banyak di UKM malaysia. Kalau acara ini juga dilanjutkan dengan melengkapi koleksi khusus hamka jauh lebih baik. Karena Bahkan saya membaca rivai marlaut, joesof soeib, dll. Smua itu sulit, atau mungkin tidak ditemukan di padang. Salam sejarah.

  6. Pak Israr Iskandar bagaimana kalau acara tersebut bekerjasama dengan FORAHMI.
    Ttd
    edi Fakhri

  7. Da Edi, bagaimana kontak dengan FORAHMI?

  8. Salam alumni

    Jujur saya salut sama panitia pelaksana seminar tentang seabad Hamka. Ide dan gagasan yang luar biasa ini ternyata terbentur dengan dukungan financial. Ini sebenarnya bukan masalah baru dalam setiap event apa saja, masalah pendanaan sebenarnya persoalan klasik yang selalu diperdebatkan. Jangan pesimis dan putus asa, masih banyak jalan untuk mengatasi persoalan tersebut.

    Panitia bisa melakukan kerjasama dengan beberapa pihak yang terkait atau tidak terkait dalam hal ini. Bagaimanapun juga cemerlangnya sebuah ini, kuatnya adrenalin motivasi tetapi kalau tidak memiliki strategi yang akurat ternyata sebuah isapan jempol saja. Sudah saatnya konsep “one men show” kita tinggalkan. Membangun sebuah team work merupakan sebuah akomulasi kekuatan untuk meraih kesuksesan.Libatkan institusi atau kelompok lain dalam kehidupan kita sehari-hari.

    Lakukan hubungan kerjasama dengan mereka, seperti FORAHMI, Kementerian Sosial, PEMDA Propinsi atau Kabupaten Agam, Balai Kajian Sejarah, Arsip Nasional, Muhamaddiyah, Dinas Pariwisata, Universitas2 di Malaysia, Alumni atau instansi2 lainnya.

    Kegiatan ini harus memiliki outcome yang dapat merbah mindset berfikir kita semua, terutama mahasiswa sejarah. Tindakan dan cara berfikir bukan semata-mata sebuah kenangan sejarah yang indah. Romantisme masa lampau bukan menjadikan kita terdiam dan berpangku tangan. Tetapi harus dijadikan sebuah campukan untuk kita semua.
    Gigih, ulet, kerja keras, inovatif, pantang menyerah dan mau terus belajar adalah partikel-partikel kecil yang dimiliki sosok Hamka. Kampiun potensi tersebut akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa. Kita harus mampu melahirkan Hamka-Hamka baru yang briliant.

    Semoga sukses buat panitia. Bagaimanapun juga para alumni adalah aset yang penting. Mohon alumni di undang
    Terima kasih.

  9. Israr Kontak daedi di nomor hp 021-71106402 atau di hp 08159714579. Forahmi terbuka untuk kerjasama dan sudah dibiacarakan dengan pak rinaldi syam. untuk lebih lanjut is tolong email proposal ke email daedi edifakhri@yahoo.com. ditunggu segera. Ayo panitia seabad HAMKA maju terus. ditunggu ya
    dto
    Forahmi/Edi Fakhri

  10. Da Edi, Minggu ambo ka Jkt. Insya Allah. Tapi ambo kirim juolah ewat email.

  11. Is, proposal sudah diterima, mengenai rincian biaya tidak ada. tolong dikirim ya, thanks.
    dto
    forahmi
    Edi Fakhri

  12. Hamka is the best..emang seharusnya ribuan acungan jempol dihadiahkan untuknya. But rasa ingin tahu dan mengikuti jejak langkah dia itu adalah sikap lebih excelent…smoga!!

  13. Saya dari Jakarta. Sering bertemu muka di masjid tatkala alm masih hidup dan mengumpulkan karya alm seberapa dapat, antara lain “Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi” dan “Reevolusi Fikiran”. Alm adalahahli adat, ahli hikmah (filsuf-sufi), penyair tradisional minang, pujangga, ulama dll. Pernah usul ke bbp fihak untuk peringgatan 100 tahun Buya, tetapi tidak ditanggapi. Kelihatannya kita memang mudah lupa, kemudian seperti kasus Rasa Sayange, kalau Malaysia bergerak kita marah-marah. Selain itu, kita ini bagai pepatah Minang : Katiko ka sawah tajak balabiah, katiko makan piriang kurang. Wassalam

  14. Salam Pak Sadikin,
    Senang sekali kami menerima komentar Bapak. Soal seminar HAMKA itu, terakhir kabar, hasilnya akan dibukukan dan dilaunching di Agam. Lebih jauh nanti akan kami kabari lewat weblog ini.

  15. Salam, ini ada ide untuk israr dan yudi nan sadang basitungkin merayakan hamka. Baa kalau diminta setiap ulama nan peduli hamka, masyarakat pecinta hamka, mahasiswa iain dan dosen penganggum hamka, pejabat nan sering mengutip kata-kata hamka, ustadz-ustdz nan acok mangutip-ngutip kato hamka, kepala daerah nan cinta hamka kito minta sumbangan. Buek surat cinta hamka sarato-amplopnyo sakalian, edarkan di satiok musajik dan mushola dan kantua-kantua dll, lalu dikumpulkan pada hari jumat. Barasiah tu mah dana tu. Baaa. Bajibaku kito is.

    Salam bajibaku
    di rantau urang.

  16. Di up date lagi dong moderator isi blog ini.
    Sudah hampir satu bulan tidak ada juga tulisan baru.
    Misalnya saja hasil dari seminar Hamka, kan bisa juga di jadikan sebagai acuan sesudah tulisan Hamka ini, orang yang tidak mengikuti perkembangan seminar bisa jadi tahu juga apa saja yang dihasilkan seminar itu.

    AS-06.

  17. Apakah ada yang mengoleksi kaset Kuliah Subuh Hamka? Bagus juga untuk bahan penelitian.

  18. Oke ud date lagi. Dicigok-cigok masih alun ado barito. Ayoo yud.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: