• Categories

  • Yang Terbaru

  • Archives

  • February 2009
    M T W T F S S
    « Jan   Aug »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  
  • Jejak Rekam

Jurusan Pilih Ketua Baru

Jika tak ada aral Senin depan (16/2) Jurusan Sejarah akan memilih ketua jurusan baru periode 2009-20013. Ketua baru ini akan menggantikan Drs. Sabar, M.Hum dan Dra. Eni May, M.Si sebagai ketua dan sekretaris jurusan periode sebelumnya.

Pemilihan akan dilakukan oleh para staf pengajar dengan pertimbangan dan masukan dari mahasiswa dan alumni. Partisipasi alumni dan mahasiswa dalam bentuk memberi masukan perbaikan jurusan ke depan sangat dibutuhkan oleh jurusan sejarah. Ke depan tantangan yang akan dihadapi oleh mahasiswa jurusan sejarah jauh lebih kompleks dan kompetitif. Untuk itu pengalaman para alumni yang sudah bergelut dengan dunia kerja sangat dibutuhkan untuk kelancaran program jurusan 4 tahun ke depan.

Sulit memprediksi siapa yang akan menjadi ketua jurusan nanti. Apalagi di waktu bersamaan tahun ini akan ada pemilihan Dekan Fakultas Sastra. Kita tentu berharap siapa pun yang duduk di jurusan bukanlah “buangan” dari kekalahan di arena “Dekan Award” itu.

Kini jurusan tengah berada dalam fase krisis! Input mahasiswa jurusan sejarah jauh dari pendahulunya. Mentalitas copy-paste, Pulang Kampung Selalu (PKS) tiap libur, minat rendah terhadap ilmu sejarah–karena konon memang mereka yang diterima beberapa tahun belakangan rata-rata lulus dengan nilai 5 ke bawah–berseliweran dengan apatisme dosen yang melihat mereka (mahasiswa) sebagai objek rutinitas. Penurunan minat calon mahasiswa di jurusan yang akhirnya meraup mereka yang bernilai rendah jangka pendek memang langkat taktis supaya tiap tahun mahasiswa jurusan sejarah ada! Tapi untuk jangka panjang hal ini justru mengharamkan kualitas lulusan. Apakah ini solusi krisis ini? Maka dari itu jurusan ini mesti mendudukan orang yang tepat dalam kondisi kritis ini!

Krisis itu memang gejala umum dunia ilmu sosial. Namun apakah kita juga akan mengikuti arus asumsi itu? Apakah tidak ada terobosan yang lebih marketable untuk para tamatan urusan ini? Berharap banyak dari staf pengajar melakukan inovasi yang marketable itu, bagaikan maminta sisiak ke limbek.

Dalam momen penting ini, kita berharap kepada para alumni untuk memberi masukan dan timbang solusi bagi perbaikan jurusan ke depan. Termasuk perbaikan kurikulum dalam bentuk mata kuliah dan jaringan untuk meningkatkan apresiasi mahasiswa terhadap ilmunya.

Masukan-masukan itu nanti akan kami bawa ke rapat jurusan. Semoga mendapat apresiasi!

7 Responses

  1. yaah… begitulah kualitas mahasiswa sekarang.. tapi aku percaya kok, ini hanya sebuah fase bangsa, aku percaya juga nggak semua mahasiswa kayak gini…
    (jadi inget masa kuliah dulu hi.. hi.. hi..)

  2. In put sejarah bagian dari tren di Unand. Karena siswa2 terbaik dari SMA2 terbaik di Sumbar, Riau, Jambi, dsk, berbondong2 ke Jawa. Sebuah laporan terbaru dari IMAMI UI menyebutkan, tahun 2008, ada sekitar 250 mahasiswa asal Sumbar diterima di UI. Naik terus tiap tahun. Tren serupa juga di ITB, IPB, UGM, ITS, da swasta2. Ini ada plus minusnya bagi Sumbar dan daerah2 pada umumnya.

    Jadi, untuk sejarah Unand, memang perlu terobosan. Perlu pimpinan progresif dan tranformatif. Situasinya memang krisis !!!

    Wasalam

    Israr/92

  3. Krisis di Sejarah mirip krisis di Antropologi, Sosiologi, Peternakan dan Pertanian (tidak hanya di Unand sih). Peminatnya menurun. Kualitas in put tentu terpengaruh. Karena itu, resepnya kepemimpinan transformatif di lingkungan Unand, termasuk di Jurusan Sejarah.

    Israr Iskandar

  4. Salam buat keluarga besar Sejarah FSUA,
    Mengingat telah diundang untuk memberikan berbagai hal terkait dengan agenda pemilihan ketua dan sekretaris Jurusan Sejarah FSUA (proses pemilihan sepaket?).
    Selaku alumnus Sejarah Indonesia FSUA (BP.91), saya turut terpanggil menyumbang usul dan saran sbb:
    1. Perlu menetapkan dulu, kualifikasi bagi calon/kandidat paket Ketua&Sekretaris jurusan, termasuk, track record ybs selama menjadi staf pengajar. Tugas itu seyogyanya diterapkan oleh representasi dari unsur internal kampus. Antara lain, senat, para dosen, termasuk asisten, mahasiswa, ketua himpunan mahasiswa, representasi setiap angkatan yang masih aktif kuliah dan pihak lain yang dianggap layak untuk diakomodir. Dan tentu saja, disertai suara dari kami2 ini yang patut untuk diakomodir sebagai representasi dari eksternal (alumnus)
    Bagi saya, jabatan ketua dan sekretaris semestinya diisi oleh sosok yang care, dan dapat membijaksanai kondisi jurusan yang kini dapat dinilai berada dalam titik nadir. Pasalnya, prodi sejarah masih dipandang sebagai disiplin ilmu yang kurang diminati bagi calon mahasiswa. Jiwa marketer pimpinan jurusan nanti perlu ada, dan jika pemilihan tsb memang sepaket nantinya antara ketua dan sekretaris jangan sampai ada dualisme. Agar visi dan misi tetap sejalan dan mudah untuk disosialisasikan hingga diterapkan nantinya.
    2. Terhadap kondis sertai kekhawatiran bahwa jabatan ketua & sekretaris jurusan hanya sebagai pelipur lara bagi kandidat yang kalah berkompetisi di ajang pemilihan Dekan, seharusnya ada ketegasan dari pihak penyelenggara pemilihan. Kandidat ketua jurusan dan dekan berikut pembantu dekan, harus memilih hanya diperkenankan ikut berkompetisi untuk posisi saja. Aturan itu harus tegas, utamanya jika agenda waktu dan proses pemilihan bersamaan. Kecuali, ada rentang waktu yang memadai untuk mereka yang tersisih dalam salah satu proses pemilihan bisa saja kembali berkompetisi. Dengan catatan, sebelum mencalonkan dirinya telah melengkapi syarat sebagaimana yang telah diterapkan dan berlaku sama untuk calon atau kontestan lain. Yakni, harus kualifaid dan kapabel serta track record dan rapornya masih dinilai baik. Di samping, persyaratan tambahan selaku manajer/pemimpin jurusan yang seharusnya bertugas sebagai marketer memasarkan Prodi Sejarah Indonesia agar diminati dalam pangsa pasar pendidikan nantinya. Silakan, bersaing secara sehat, sportif dan fair dan bagi yang belum berhasil harus berjiwa basar nantinya. Selamat mengikuti pesta demokrasi di kampus, demikian dulu. Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
    Wassalam,
    [emil mahmud/Bp’91]

  5. Asslkm W W,
    Salam buat keluarga besar Sejarah Unand.
    Menurut Saya, Ketua Jurusan dan sekretaris haruslah bisa memanej jurusan Sejarah, harus mampu menampung aspirasi-aspirasi atau permasalahan yang ada, baik itu ditingkat fakultas maupun para mahasiswa sejarah itu sendiri begitu juga dengan masukan masukan yang ada dari alumni, jangan hanya sekedar tugas sampingan saja, ketua dan sekretaris kedepan haruslah bisa membawa jurusan Sejarah ini benar-benar dapat bersaing dengan jurusan lain terutama menghadapi dunia kerja. Kita jangan berkecil hati dengan persaingan alumni-alumni ilmu lain. Jurusan Sejarah juga bisa bersaing dengan ilmu lain kuncinya hanya satu pada diri kita sendiri, kita harus yakin dengan kemampuan yang kita miliki.
    Untuk itu, untuk ketua dan sekretaris yang baru nantinya dapat memperbaiki apa-apa yang rasanya kurang dan harus diperbaiki baik itu ditingkat jurusan maupun fakultas sehingga nantinya para alumni sejarah bisa berbangga dengan jurusan Sejarah ini. YOU CAN Do It.

  6. wah… ini moment yang tepat untuk merubah citra jurusan sejarah unand, ketua jurusan yang terpilih nantinya harus mampu dan berani mengambil kebijakan dalam memajukan jurusan yang kita cintai ini.

    dan saya tidak setuju dengan tulisan alumni sejarah di atas

    “Kini jurusan tengah berada dalam fase krisis! Input mahasiswa jurusan sejarah jauh dari pendahulunya. Mentalitas copy-paste, Pulang Kampung Selalu (PKS) tiap libur, minat rendah terhadap ilmu sejarah–karena konon memang mereka yang diterima beberapa tahun belakangan rata-rata lulus dengan nilai 5 ke bawah–berseliweran dengan apatisme dosen yang melihat mereka (mahasiswa) sebagai objek rutinitas. Penurunan minat calon mahasiswa di jurusan yang akhirnya meraup mereka yang bernilai rendah jangka pendek memang langkat taktis supaya tiap tahun mahasiswa jurusan sejarah ada! Tapi untuk jangka panjang hal ini justru mengharamkan kualitas lulusan. Apakah ini solusi krisis ini? Maka dari itu jurusan ini mesti mendudukan orang yang tepat dalam kondisi kritis ini!”

    saya pikir alasan di atas tidak bisa di terima sepenuhnya. output tidak hanya bergantung dari input awal. tapi ada faktor penting yang lebih mempengaruhi, yaitu PROSES. Pihak perguruan tinggi tidak bisa menyalahkan input, karena hal tersebut bukan wewenang dan tanggung jawabnya. yang menjadi tanggung jawab perguruan tinggi adalah bagaimana menghasilkan output yang lebih baik dan berkualitas. dan hal ini akan sangat di pengaruhi oleh proses yang ada di perguruan tinggi tersebut.

    munkin bisa kita ambil contoh dari kantor tempat saya bekerja TRANS TV.

    mungkin kawan kawan tahu dengan program berita Trans TV “REPORTASE” baik pagi, sore atau malam. Reportase Trans TV merupakan program berita yang paling stabil saat ini. program ini selalu berada di urutas atas dalam mendapatkan share terbaik untuk program berita. kadang berada di urutan 1, kadang 2 atau 3 dari 10 televisi swasta nasional.

    tapi tahukah anda, bagaimana kondisi team program Reportase???

    1. Team Reportase di isi oleh wartawan junior yang baru masuk ke Trans TV. yah… rata-rata belum 1 tahun lah di Trans TV. artinya program ini adalah program awal setelah mereka lulus training.
    2. Rata rata yang masuk trans TV bukanlah lulusan jurnalistik. ada yang jurusan sekretaris, astronomi bahkan fisika. artinya mereka benar benar blank alias belum tahu apa apa mengenai jurnalistik, bagaimana cara penggunaan kamera dan lain lain. ( makanya gajinya rendah. hehehehe….)
    3. Rata rata ketika masuk, awalnya bukan berniat jadi wartawan. tapi hanya mau wajahnya tampil di layar TV. alias narsis. Jadi ketika liputan sering dandan yang berlebihan. (hehehe pernah ada komentar dari kawan TV lain. eh Trans TV karyawan baru baru semua yah??? dandanannya kayak SPG hahahaha…..)
    4. Rata rata berusia kurang dari 25 tahun. artinya benar benar junior untuk ukuran wartawan.

    sementara itu mereka harus bersaing dengan wartawan TV lain yang lebih senior dan berpengalaman.Tapi mereka tidak kalah, dan mampu bersaing untuk mendapatkan hasil atau output yang baik. Indikator keberhasilannya yah … mendapatkan rating dan share yang sangat memuaskan. mampu berada di urutan teratas program berita TV nasional.

    BAGAIMANA MEREKA BERHASIL?????

    jawabannya adalah… karena mereka melalui proses yang baik selama berada di Trans TV.

    proses tersebut antara lain

    1. mereka mendapatkan pelatihan awal begitu masuk ke Trans TV (ini jarang sekali ada di TV Swasta lain. karena mereka banyak merekrut orang berpengalaman).
    2.mereka melalui evaluasi setiap hari mereka bekerja. akan ada rapat evaluasi setiap akhir penayangan program Reportase. (sekali lagi… ini hanya ada di Trans TV. di TV lain hanya ada rapat produser dan asisten produser)
    3. Mereka selalu mendapatkan tugas yang berbeda, dan di haruskan memiliki skill yang beragam. caranya dengan melakukan rolling posisi kru. reporter jadi cameraman atau sebaliknya. bahkan ada yang bagian post produksi juga di berikan kesempatan jadi reporter dan juga sebaliknya. (Ini…. juga hanya ada di Trans TV)
    4. semua team liputan, WAJIB menunggu proses editing. hal ini dimaksudkan supaya mereka paham bagaimana menerjemahkan naskah pada bahasa gambar. artinya supaya untuk kedepannya tidak akan ada lagi naskah dan gambar yang tidak berhubungan. sehingga berita yang di hasilkan akan lebih baik. (ini juga tidak ada di TV lain)
    5. setiap team liputan, WAJIB memberikan usulan liputan untuk esok hari. ini dimaksudkan untuk mempertajam insting jurnalistik mereka. (ini juga hanya ada di Trans TV)
    6. mereka mendapatkan senior yang baik. artinya sudah tradisi.. kalau di trans TV tidak boleh pelit berbagi ilmu.
    7. selalu ada pelatihan lanjutan atau tambahan misalnya pelatihan dubbing, menembus nara sumber, maupun kamera tingkat lanjut. ( dan ini sangat jarang ada di TV lain)

    kesimpulannya tidak selamanya input yang kurang baik akan menghasilkan output yang buruk. ini semua tergantung dari proses yang di lalui oleh input tersebut.

    jadi jangan manyalahkan mahasiswa yang masuk ke jurusan sejarah unand. yang terpenting lakukan proses pembinaan yang baik, sehingga mereka bisa berhasil di kemudian hari.

  7. masukan untuk ketua jurusan yang baru

    1. harus bisa membina hubungan dengan instansi terkait. terutama dengan instansi yang membutuhkan alumni jurusan sejarah. hal ini supaya bisa mengetahui dimana letak kelebihan dan kelemahan alumni selama ini. jangan sampai kasus penerimaan PNS BKNST kemaren terulang lagi. harus pernah ikut penelitian. sedangkan waktu kuliah hal ini tidak di haruskan. kalau memang ada syarat tersebut seharusnya di informasikan dari awal.
    2. harus berani mengambil keputusan yang paling pahit sekalipun. (mengajukan penutupan jurusan sejarah sementara ke Dikti) hal ini dilakukan supaya output jurusan sejarah bisa seimbang dengan lapangan kerja.
    3. melakukan perbaikan kurikulum.
    4.perbanyak kuliah yang berhubungan dengan kewirausahaan.
    5.Perbaiki hubungan dengan alumni. pengurus alumni jangan hanya sekedar simbol
    6. gunakan kemajuan teknologi dalam memberikan kuliah. misalnya penggunaan internet. jangan sampai alumni yang lulus jadi gaptek. padahal di kampus ada hotspot dan internet.
    7 buat milis resmi atau website resmi jurusan sebagai ajang komunikasi. kalau memang website ini di sebut website resmi jurusan, kenapa interaksi dosen dan mahasiswa sangat jarang terjadi di website ini??
    8.perkuat kemampuan bahasa inggris mahasiswa.
    9. jangan marah kalau di kritik mahasiswa.
    7.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: